Awal Tahun 2021, Harga Sembako Naik

 Ekonomi, Uncategorized

BOJONEGORO – Harga sejumlah bahan pokok di pasar-pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro, Jatim merangkak naik di akhir tahun ini.

Kondisi tersebut terpantau di Pasar Tradisional Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (2/1/2021).

Sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan di antaranya,Kedelai, telur, aneka jenis cabai, dan sayur mayur, Kenaikan bervariasi antara Rp 1.000 hingga Rp 20 ribu per kilogram.

Harga cabai merah kriting yang awalnya berada di kisaran Rp 30  ribu per kilogram, kini menjadi Rp 55 ribu per kilogram.

Cabai rawit merah naik dari Rp 33 ribu per kilogram kini menjadi Rp 55 ribu. Cabai rawit hijau naik dari Rp 14 ribu per kilogram kini menjadi Rp 30 ribu.

Kenaikan signifikan  juga terjadi pada komoditas kedelai,  Saat ini, harga kedelai di tingkat agen sudah mencapai Rp9.200 per kilogram. Padahal, sebelumnya hanya Rp7.000/kg. Terjadi kenaikan sekitar Rp2.200 per kilogram hanya dalam waktu satu bulan.

Kenaikan harga kedelai tersebut terjadi karena kondisi pandemi yang belum berakhir. Sehingga banyak negara pengimpor kedelai menahan penjualan kedelai. Semenatara untuk kedelai dalam negeri belum bisa memenuhi semua kebutuhan di Indonesia.

Bowo(40 th), salah satu pengrajin tempe mengaku lonjakan harga mulai dirasakan sejak seminggu yang lalu. akibat kenaikan harga bahan baku ini, ia terpaksa mengurangi ukuran tempe agar operasional usaha tertutupi.

“Terpaksa ukurannya (tempe) diperkecil, Kalau harga dinaikkan dratis, nanti daya beli masyarakat turun. Imbasnya ke kami juga. Apalagi sekarang pandemi belum berakhir, kemampuan masyarakat berbelanja masih rendah,” Ungap Pria asli Pekalongan yang telah lama menekuni usaha membuat tempe  di Bojonegoro.

Kenaikan harga juga terjadi pada telur dan daging, berdasarkan proyeksi Badan Ketahanan Pangan, baik harga telur maupun daging ayam ras di tingkat konsumen akan akan terus mengalami kenaikan hingga Januari mendatang. Fluktuasi harga menunjukkan konsisten mengalami peningkatan. Itu disebabkan oleh adanya kenaikan permintaan karena bertepatan dengan momen Tahun Baru.

“Kenaikan harga sebagai dampak dari pemangkasan produksi untuk meningkatkan harga di tingkat peternak pascakejatuhan harga dua tahun terakhir. Hal itu akhirnya turut berdampak pada kenaikan harga di konsumen,’ ungkap agen telur yang berlokasi di Desa Sumuragung.

Sedangkan kebutuhan lainnya seperti gula, minyak goreng dan beras, relatif masih stabil. Harga minyak goreng kemasan 1 liter, saat ini berkisar Rp 12 ribu per liter.

Sedangkan beras premium Rp 10.500 per kilogram, dan beras medium berada di kisaran Rp 8.500 per kilogram.

Para pedagang berharap seluruh harga kebutuhan pokok ini akan stabil, sehingga aktivitas jual beli kembali lancar.( Red/Epj) 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply